Kue Strawberry
“Kring…”bunyi bel istirahat. Saat nya makan makanan yang telah disiapkan bunda tadi pagi , rasanya enak sekali seperti biasa. Coba tebak,, apakah aku makan sendiri atau bersama dengan teman baruku..?. Hmm aku ini ekstrovert lhoo.
Mengejutkan!, seorang Sinta tidak makan bersama teman baru nya. Ada yang lebih aneh lagi teman teman! , Sinta bukan tidak ada kenalan baru tapi semua murid di kelas nya berlari ke kantin.
Hening, kosong.” Ya Gusti apalagi ini”tangis hati kecilku ini yang terkejut . Belum 5 detik setelah aku menangisi itu datang segerembolan teman-teman kelasku.
Ada yang mengeluh dan ada juga yang bersorak bahagaia. Sisi yang gelap berkata “yah, tadi kurang cepet, jadinya gak kebagian deh”. Sisi yang terang bukan berkata lagi tapi bersorak “horeee dapet dong yeyeye”. Dan ada satu lagi sisi yang gak gelap gak terang tapi yang kepalanya yang kunang-kunang.
“Apalagi sih ini?!” kata seorang anak yang terlihat sudah sangat capek dengan keanehan ini. Anak itu berusaha mencari info tentang apa yang sedang terjadi.
“Ahmad.. ooo Ahmad, apa yang terjadi…?”tanya anak yang kebingungan itu(aku sih sebenernya,hehe). Hmm, melihat tampang si Ahmad tampaknya dia termasuk yang ada di sisi terang. Dia begitu bahagia sampai tidak menghiraukanku. Aku menarik nafas dan “WOII AHMAD LU DENGER GA SI?!?!?!?”.
Ahmad yang gembira itu menepuk pundakku dan berkata “Kau tau anak muda, hari ini aku sangat beruntung” .
Sambil memperlihatkan bukun roti strawberry yang berwarna pink, Ahmad menjadi orang pertama yang menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi.
Roti yang diisi selai strawberry dan di kemas dalam bungkus plastik berwarna pink menjadi suatu topic dalam penjelesan Ahmad kepadaku yang membuat ku untuk sekian kalinya terkejut,
“Roti ini adalah roti yang sangat-sangat enak, roti ini juga adalah sebuah sejarah yang terukir di sekolah kita ini Sin.., roti ini adalah harta karun di kantin kita wahai temanku Sinta” kalimat puitis yang terucap oleh lisan Ahmad pada saat itu.
Aku yang sudah capek ini hanya bisa diam mendengarkan omongan yang sangat hiperbola itu. Pada saat yang sama, pada saat aku masih terdiam, Ahmad membuka bungkus roti itu dan membagi dua sebuah roti yang memiliki selai yang lumer dihadapan aku yang masih membeku.
“Makanlah ini wahai anak muda, semoga kau bisa menikmatinya”
KEREN UYY!
BalasHapusBtw Roti nya mengingatkan ku dengan Roti Ao*a. Apakah akan ada Rasa yang baru?🗿
Ku harap ada rasa cookies and cream
HapusOREO SPONSOR mee kata Aoka 😆
Tambah terus cerita nya zazaa
BalasHapusOkeh 😉
BalasHapus