Hari Baru
Belajar, nilai, lapor kemudian naik kelas. Belajar lagi, ada nilai lagi dan naik kelas lagi. . Belajar lagi, ada nilai lagi dan naik kelas lagi begitu terus, ya itulah yang namanya sekolah.
Hmm mungkin urutan cerita nya berantakan. Kalau begitu ayo ku ceritakan ulang.
“Selamat Datang Peserta Didik baru” adalah tulisan yang ada di spanduk gerbang depan sekolah ku waktu itu. Keadaan saat itu ramai sekali, orang extrovert seperti ku tidak gugup sama sekali saat itu. Aku malah senang bisa kembali ke rutinitas normal anak seusiaku.
“Kalian adalah anak pilihan yang diterima disini,tapi ingat jangan besar kepala, malah kalian harus lebih ekstra lagi karena ekspektasi yang ditujukan kepada kalian semua sangatlah besar” ucap Pak kepsek di dalam sepatah dua patah kata .
Ya, aku masuk ke salah satu sekolah unggul di daaerahku. Tentu saja aku bisa begini karena kerja keras ku dan dukungan dari orang banyak, seperti ortu dan juga guru.
Aku masih ingat perkataan ayah ku pada saat pertama kali sekolah yaitu jenjang SD.” Ingat ya, kamu harus baik baik jadi orang, kamu harus jadi penolong bumi ini yang sudah mulai rusak ditangan orang yang gak betul”.
Ucapan itu memang berat untuk anak kelas 1 SD, tapi sekarang tentu saja aku sudah mengerti ucapan itu. Mangkanya aku tidak jengkel jika sudah saat nya mulai sekolah. Tidak seperti teman teman ku yang tidak niat sekolah itu.
“Cih, gw tu dah pinter malah di suruh sekolah lagi ama emak gua” keluh Redho. “Hahaha si Redho pinter katenye xixixi” bantah konco si Redho yaitu si Usep. Kelas ku pagi itu sudah penuh dengan huru hara circle Redho.
Hmm sekarang nggak ya..? gumam ku dalam hati. Aku bukannya tidak bisa mulai pembicaraan, tapi tampang nya itu lho. Ini dia teman sebangku ku Ahmad. Anak yang dari smp sudah terkenal. Bukan karena apa apa tapi hanya karena tampangnya yang sedikit aneh (tau info ini setelah 3 bulandi sekolah baru)
Bayangkan saja saat dia menatap mata ku, dia membuat wajah yang sus dan rada rada menjengkelkan. Tapi ya sudahlah daripada membuat suasana yang kaku, aku aja berkenalan.
Hai perkenalkan namaku Sinta, mohon bantuannya ya semoga kita bisa jadi teman sebangku yang paling keren di kelas ini. “Kelas...? omong kosong, kita akan jadi teman yang paling keren di sekolah ini” Ahmad yang sedikit berteriak membuat ku tekejut.
Aku bukan tekejut dengan ucapannya yang sedikit gila itu, tapi mendengar suaranya yang sangat berat membuat otakku ini berhenti bekerja. Dengan melihat tampangnya, aku sudah punya anggpapan atau SUUZON ke dia. Suara yang tipis dan agak agak gimana gitu, itulah yang kubayangkan.
Hari ini benar benar aneh, bahkan untuk orang ekstrovert seperti ku.
Ini berdasarkan kisah nyata ya? 😲😯
BalasHapusSetengah iya setengah tidak 😀
BalasHapus